Message from the author:

Thanks for visiting my blog...
Please feel free to post any comment,,, any comment, criticism, any thing.. so I can make this blog getting better and better.

Oh, btw.. don't forget to leave your name too, and email as well so I can send my gratitude...

Enjoy!

Sunday, January 10, 1988

Sepinya Sepi


Sepinya Sepi



Hujan malam, dingin menggigit, lembab, meremang kudukku
aku meradang, gemeletuk geligi beradu
menyatu dalam kemercik air pecah di genting
mengambang ke telinga

Hhh... ngilu... kuyu... basah... resah...
nggigil... geletar... gemeretak... gemerinting...
Nuansa malam senyaplah kini, kusendiri memantau kelam
dengan rindu yang tak kumengerti, pada siapa?

Sedang tanganku tak lagi mengejang beku
kukepal, kuhentak, kutinju...
semuanya yang tak kumahu
Seribu hasrat, melayang melenggang,
menguap ngelayap, ke rona pekat alam yang pucat

Ku tak bisa kejar dan pasrah
dengan semua yang hilang
aku mati walau masih tertawa
aku senyum tulus, walau dengan mendengus
aku beku meski sekujur nadi,
darah laju berpacu

Hhh... sepi... mati... berserak...
tak keurus... ngacak... rusak...

BRAK...!!!
GROMBYANG...!!!
Itu kumau, hidup dalam semarak penuh dendang
bukannya lagu serenade yang melata
bikin jiwa bak bodoh, terlongo terlena

Uh ..! ah...!
kumuh, aku ‘lah kumuh
parah, aku ‘lah parah
... tik ... tik ... tik ... tik ... tik
hujan jatuh gemeritik, titik demi titik
terus gemeritik

hari ‘lah dini sudah...

(1988)

No comments: