Adakah?
Adakah kita tengah menyimpan memori yang sama ketika kita makin mendekati hari dimana setahun yang lalu kau dan aku akhirnya berhasil menyatukan rasa?
Adakah kau tengah berjuang seperti aku, yang berusaha menepis semua kenangan tentangmu namun akhirnya terbaring dalam kenyataan bahwa kau dan semua kenangan tentangmu tak pernah sirna? Dan meninggalkan aku dalam kesadaran yang menyakitkan.
Aku tak pernah bisa mematikan cinta yang masih saja tumbuh dengan liar di satu sudut di jiwaku. Aku tak pernah bisa. Meski aku memang tak lagi menyampaikan helai-helai bunganya ke haribaanmu, namun kenyataannya aku selalu memetiknya di waktu-waktu tertentu, dan menghabiskan waktu dalam ketidaksadaranku mencium tiap-tiap helainya sambil membisikkan namamu berulang-ulang… Menyapa sukmamu dalam keheningan.
Lalu adakah sukma kita sebenarnya tengah saling berbicara dan merindui tanpa kita sadari? Adakah kita sebenarnya masih terlibat dalam percakapan telepati, jika pagi ini kau hadir dalam pesan-pesan singkat di telepon selularku, persis ketika aku tengah berjuang semampuku untuk tidak memikirkanmu? Tepat ketika kenangan tentangmu merebak menyelimuti diamku pagi ini?
Adakah kita masih saling merajut anyaman tentang mimpi yang pernah kita bicarakan bersama dulu? Adakah kau tengah berjuang seperti aku yang tak pernah mampu menghancurkan keinginan untuk menyatukan rajutan mimpi kita masing-masing?
Adakah kau tahu jawabnya, seperti aku yang tak perlu seharusnya bertanya?
(9 maret 2005)
@ the terrace, one night...> Compiled