Message from the author:

Thanks for visiting my blog...
Please feel free to post any comment,,, any comment, criticism, any thing.. so I can make this blog getting better and better.

Oh, btw.. don't forget to leave your name too, and email as well so I can send my gratitude...

Enjoy!

Thursday, May 17, 2001

Monolog

Monolog



sendiri...
kulepas jiwaku untuk menemani
dan memintanya mendengarku
melafalkan resah yang bersembunyi

"duduklah disini bersamaku
tak perlu kita bicara kali ini
aku hanya ingin menatap gurat wajahmu
begitu setianya kelabu melingkupi"

sendiri...
kubergegas mengemas galau
melepas peluk di kedua lututku
meninju sesang bisu yang parau
gemakan semangat jiwa yang baru

jiwaku yang lama usang kubuang


(Mei 2001)

Sunday, May 6, 2001

Mengapa Mesti Sepi Ada?


Mengapa Mesti Sepi Ada?



mengapa mesti sepi ada
ditengah gaung keramaian

ketika tenggelam
dikedalaman hati
dan kegelapan jiwa
masih ada pijakan
... nyanyian iman

mengapa mesti tak terbuka
hati dan telinga
meresap segenap bisikan terhela
dan meraup segenap tawa dan sapa

dan kau tahu belahan jiwa itu ada
yang kau puja itu ada
menanti waktunya...


(2001)

Friday, March 2, 2001

Pernah Suatu ketika


Pernah Suatu Ketika



pernah suatu ketika
dalam lembar kehidupanku
aku cinta malam dengan sepinya
benci pagi yg kerap datang
mengacau mimpiku menghilang

kini datang ketika
aku rindu malam-malam itu
ingini waktu dalam genggamku
henti dan berpacu berirama

hh...
tiba sudah
waktuku membuka mata


(Maret 2001)

Wednesday, January 17, 2001

Aku Ingin

Aku ingin...



aku ingin menutup mataku sekejap
dan merasakan jiwa melayang diantara mega
menari ditengah bintang bersamamu
sepanjang malam

aku ingin menyapa pagi yang dingin
dalam dekapan tubuhmu semerbak
dijilat binar mentari kau warnai hari ini

aku ingin meniti bayangmu kian meraga
dan mengisi ruang yang sempat kukosongkan
berharap sukmamu ‘kan meraja

aku ingin memutus jarak yang membentangi
kau dan aku dalam dimensi ini
dan mimpiku kian membui


(Feb, 2001)


Thursday, January 11, 2001

Masih Ada Pagi


Masih Ada Pagi



masih ada pagi
ketika jemariku
lirih menyeka
setiap helai
rambut legammu

masih ada pagi
ketika jemari kaki
tergelitik pedang-pedang
rumput gajah yang basah

masih ada pagi
saat kita berjemur
bermandi sinar mentari
ditengah aroma bunga

masih ada pagi
masih ada...
pasti


(Jan 2001)