Message from the author:

Thanks for visiting my blog...
Please feel free to post any comment,,, any comment, criticism, any thing.. so I can make this blog getting better and better.

Oh, btw.. don't forget to leave your name too, and email as well so I can send my gratitude...

Enjoy!

Sunday, January 10, 1988

Kita Adalah


Kita Adalah...

(sebuah ajakan buat introspeksi)


Kita adalah,
makhluk Tuhan yang manis-manis
nan lahir dalam fitrah putih suci
‘tuk berjalan tempuh sejuta warna
masihkah kita suci putih murni?

Kita adalah,
boneka liat penuh dengan gerak
dibawah kendali tangan nafsu
yang gerakkan kita kesana-sini
bisakah kita melawan kendali nafsu?

Kita adalah,
wujud sejuta rupa dan nuansa
berbalut derajat mulia sebagai manusia
‘tuk pimpin dan kelola jagat ini
benarkah kita manusia?

Kita adalah,
aktor-aktor pemeran penuh muslihat
yang mampu gelengkan kepala para malaikat
di atas panggung maha segala ini
bilakah kita henti berperan?

Kita adalah,
kita yang ditakdirkan Yang Kuasa
‘tuk berlaku sebagai manusia yang manusia
di atas dunia yang penuh segala
kita...???


(1988)

Sepinya Sepi


Sepinya Sepi



Hujan malam, dingin menggigit, lembab, meremang kudukku
aku meradang, gemeletuk geligi beradu
menyatu dalam kemercik air pecah di genting
mengambang ke telinga

Hhh... ngilu... kuyu... basah... resah...
nggigil... geletar... gemeretak... gemerinting...
Nuansa malam senyaplah kini, kusendiri memantau kelam
dengan rindu yang tak kumengerti, pada siapa?

Sedang tanganku tak lagi mengejang beku
kukepal, kuhentak, kutinju...
semuanya yang tak kumahu
Seribu hasrat, melayang melenggang,
menguap ngelayap, ke rona pekat alam yang pucat

Ku tak bisa kejar dan pasrah
dengan semua yang hilang
aku mati walau masih tertawa
aku senyum tulus, walau dengan mendengus
aku beku meski sekujur nadi,
darah laju berpacu

Hhh... sepi... mati... berserak...
tak keurus... ngacak... rusak...

BRAK...!!!
GROMBYANG...!!!
Itu kumau, hidup dalam semarak penuh dendang
bukannya lagu serenade yang melata
bikin jiwa bak bodoh, terlongo terlena

Uh ..! ah...!
kumuh, aku ‘lah kumuh
parah, aku ‘lah parah
... tik ... tik ... tik ... tik ... tik
hujan jatuh gemeritik, titik demi titik
terus gemeritik

hari ‘lah dini sudah...

(1988)