Message from the author:

Thanks for visiting my blog...
Please feel free to post any comment,,, any comment, criticism, any thing.. so I can make this blog getting better and better.

Oh, btw.. don't forget to leave your name too, and email as well so I can send my gratitude...

Enjoy!

Saturday, July 9, 2005

Solitude (3)

(sebuah catatan kesadaran)


kuharap kau berada di tebaran bintang malam ini:
di rentang jarak perjalanan cahaya, berselimut nebula..
ketika kudesiskan sebait rindu di udara yang larut
dan menyatu dengan dinginnya kabut
kemarau yang berpancaroba

malam ini kurekatkan pijar hatiku;
sepanjang waktu yang melata,
pada keheningan yang bertahta,
pada sorak-sorai yang tenggelam,

pada sekat sekat ruang yang menjerat;
di antara kenyataan dan khayalan,

di antara keinginan dan penolakan


merindumu atau melupamu pudar bersama waktu


seperti langit di gugusan bintang yang bergegas
menyongsong lembayung yang cerah,
dan pagi yang memerah:

mungkin harus kubenahi kesendirianku
tanpa melulu lagi melukis tentangmu

kita tak perlu lagi saling merindu...


(9 Juli 2005)
tengah malam

> Compiled

Friday, July 1, 2005

Tentang Biru, Tentang Waktu ***

Yang menyatukan kita memang warna. Kau memiliki biru di langitmu, dan aku memiliki biru di samuderaku. Tak pernah sekalipun aku bosan menikmati warna yang kau tebarkan. Mulai sejak aku membuka mata dan terjaga, hingga ketika langit menjelang kelam. Birumu selalu menggugahku.

Menarikku...
Mengikatku...

Dan kau,

Dua tahun memang bukan waktu yang panjang agar aku bisa lebih dalam mengenalmu. Tak banyak lembaran kenangan yang bisa kita gali di rentang waktu sependek itu.

Tapi dua tahun juga bukan waktu sesaat untuk mengakhiri kisah yang sesungguhnya belum pernah kita mulai. Rentang waktu yang sesungguhnya sanggup mematikan percikan api kerinduan yang tak disertai keinginan untuk terus hidup, membesar dan membakar.

Tak ada riak...
Tak ada gejolak...

Namun nyatanya api itu terus menyala, seperti matahari yang kau genggam. Menghangatkan birunya samuderaku, menghangatkan air yang menyelimuti kedalamanku ruang hatiku. Menggugah gerak di dasarku.

Dan kau katakan padaku tentang tempat kita berjumpa di cakrawala. Di bidang mana biruku dan birumu menyatu. Di garis mana mengaburkan batas antara langit dan samudera biru, menghilangkan penyekat diantara kita. Seperti halnya ketika kau aku berjumpa di dimensi yang maya, kita menyatu hati.

Sejiwa...
Senafas…

Maka jika memang harus kita 'hanya' bisa bertemu di kebiruan cakrawala, maka jadilah. Karena dimana pun, biru kita akan selalu sama. Langit dan samudera akan selalu bercengkrama.


(July 2005)



*** Dikompilasi ke buku "Meet Me at The Horizon", 
Ramli F. Memed, 2015