(sebuah catatan kesadaran)
kuharap kau berada di tebaran bintang malam ini:
di rentang jarak perjalanan cahaya, berselimut nebula..
ketika kudesiskan sebait rindu di udara yang larut
dan menyatu dengan dinginnya kabut
kemarau yang berpancaroba
malam ini kurekatkan pijar hatiku;
sepanjang waktu yang melata,
pada keheningan yang bertahta,
pada sorak-sorai yang tenggelam,
pada sekat sekat ruang yang menjerat;
di antara kenyataan dan khayalan,
di antara keinginan dan penolakan
merindumu atau melupamu pudar bersama waktu
sepanjang waktu yang melata,
pada keheningan yang bertahta,
pada sorak-sorai yang tenggelam,
pada sekat sekat ruang yang menjerat;
di antara kenyataan dan khayalan,
di antara keinginan dan penolakan
merindumu atau melupamu pudar bersama waktu
seperti langit di gugusan bintang yang bergegas
menyongsong lembayung yang cerah,
dan pagi yang memerah:
mungkin harus kubenahi kesendirianku
tanpa melulu lagi melukis tentangmu
tanpa melulu lagi melukis tentangmu
kita tak perlu lagi saling merindu...
(9 Juli 2005)
tengah malam
> Compiled
> Compiled