Message from the author:

Thanks for visiting my blog...
Please feel free to post any comment,,, any comment, criticism, any thing.. so I can make this blog getting better and better.

Oh, btw.. don't forget to leave your name too, and email as well so I can send my gratitude...

Enjoy!

Thursday, July 6, 1989

Jika...


sesungguhnya,
aku tak ingin kehilangan kamu
karena jika itu terjadi aku akan kehilangan
satu-satunya hati yang kumiliki
kau yang telah mengambilnya,
lama sebelum akhirnya kau tahu

tapi jika itu yang harus terjadi
tak apa. aku tak akan memintanya kembali
kau telah memberiku kebahagiaan
dan kenangan indah yang lebih dari cukup
untuk menghapus sebesar apapun kepedihan
yang kutuai dari perpisahan ini

kita sama-sama menyadari sejak semula
kau, aku dan akhir perjalanan ini
adalah perpisahan yang pasti

tak akan ada lagi mimpi...




6 Juli 1989

Sunday, March 19, 1989

Tertidurlah Aku...

Tertidurlah Aku...

(episode kelelahan)



sedetik nafasku terhenti
sejenak mataku terpejam
sekejap sukmaku melayang

berjuta khayal dan mimpi
terekam terpampang
di benakku yang terbui


(19 Maret 1989)

Wednesday, February 15, 1989

Solitude (4)

Solitude (4)



mentari tenggelam,
hilang terang dari semesta
senja sembunyi,
persada menggelap lelap
menari rembulan
bertingkah kerlip gemintang
semua kembali datang
serenta sejalan

sepi kembali sepi
petakan detak
sembari ku menghitung
ini malamku keberapa?
bulan meninggi
gemintang setia temani
aku menangkup kelopak mata
dengan tanya berserak

berapa lama rindu harus kutepiskan?


(Cipete, 15 Pebruari 1989)
*Episode malamku yang kesekian kali

Friday, February 10, 1989

Hidup Sebatang Rokok


Hidup Sebatang Rokok

(episode hidup bak sebatang rokok)



Sssssp.. ahh...
fiuuhh....
Ssssshh..... 
ssspppp....
fiuuuuhh..

terbakar,
berkepul,
berarak,
bergulung,
menguap,

habis semakin habis
setelah itu redup
lalu pendar
dan... 
MATI...
....
....


(Pebruari 1989)

Tuesday, February 7, 1989

Ironi


Ironi

(Episode Umur Kita)


Menatap, berpikir, berjalan
tatap putih lalu-lalang,
amal terbayang
dosa terpampang
kemudian lelah,
memejam
dan beku terdiam


(Februari 1989)
Melayat mayat kerabat



Monday, February 6, 1989

Orat-oret (2)


Orat-oret (2)

(Tentang Kegundahan)


Malamku
memang tak selamanya
malam berkerudung sendu
dan rintihan matinya asa

Ada saat aku begitu cinta
hari-hari yang penuh getar
dan perjalanan malam berbingkai
lintasan bulan yang pudar

hati yang bening
didalamnya aku menyelusup
membaringkan seluruh sesal
dan gundahku
dalam diam
dalam hening
dalam senyum
dalam cahaya mataku


(1989)



Wednesday, January 11, 1989

Bertahan


Bertahan



hiduplah, hidup
jiwaku hidup
kubangkit!
meski sayatan luka
berasa sakit


(1989)




Tuesday, January 3, 1989

Surat dari Desa



itik-itik itu ingin pulang, atik
ajaklah olehmu wahai perindu
biarkan segenap cinta dan tatapku
mengiringi lenggokmu gemulai lentik

itik-itik itu ingin pulang, atik
tebarkan pesonamu wahai bunga desa
agar mentari menutup senja
redakan rinduku yang mulai mengusik

itik-itik itu ingin pulang, atik
biarkan aku menata rasa yang tergelitik
yang riuh dan ramai oleh gejolak
debar-debar cinta yang kian merebak

aku 'kan kembali ke peraduanku
dan meniupkan segenap kekaguman
lewat nada-nada buluh perindu
bersama malam yang beranjak segan


(Jan, 1989)
Kekagumanku

Sunday, January 1, 1989

Biarkan

Biarkan



biarkan kupeluk;
lengang,
bisu,
keheningan
dan lengang sekitarku

karena aku ingin melihat
diriku di kelelapan tidur


(1989)