Orat-oret (2)
(Tentang Kegundahan)
Malamku
memang tak selamanya
malam berkerudung sendu
dan rintihan matinya asa
Ada saat aku begitu cinta
hari-hari yang penuh getar
dan perjalanan malam berbingkai
lintasan bulan yang pudar
hati yang bening
didalamnya aku menyelusup
membaringkan seluruh sesal
dan gundahku
dalam diam
dalam hening
dalam senyum
dalam cahaya mataku
(1989)
No comments:
Post a Comment