Biar Raga Tanpa Suatu Apa
Biar raga tanpa suatu apa
tetap ‘kan kudera seribu rintangan pun
mesti hancur tubuh luluh
dan remuk redam buku tinjuku
Aku suatu nuansa tanpa bahgia
senyum, tawa luluh menjauh
menua rupaku timpang dari usia
kerna sering naqli selubung pikir
Aku tertawa
sedang tiada terulas satu senyum
dan aku diam di depan-Mu
tanpa keluh,
tak mengadu
No comments:
Post a Comment